Para pahlawan kusuma bangsa tidak selalu dimakamkan di tempat terhormat di taman makam pahlawan. Namun beberapa di antara mereka masih menyimpan misteri karena jasadnya tidak ditemukan. Ada yang terkubur di laut, di tiang gantungan, dan dibunuh namun makamnya disembunyikan dengan berbagai alasan.
Dari 163 tokoh yang dianugerahi gelar pahlawan nasional, 10 di antaranya hingga saat ini belum diketahui makamnya. “Ada 10 pahlawan nasional yang belum diketahui makamnya. Ini menjadi tugas keluarga karena pemerintah tidak menjangkau ke situ,” kata Dirjen Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kementerian Sosial Hartono Laras di Jakarta beberapa waktu lalu
Hingga saat ini pemerintah telah memberikan gelar pahlawan nasional kepada 163 tokoh, di mana 12 di antaranya perempuan. Kepada ahli waris, pemerintah memberikan bantuan berupa tunjangan sebesar Rp 1,5 juta setiap bulan dan bantuan kesehatan Rp 3 juta setahun. Selain itu, jika rumah ahli waris tidak layak huni akan dibantu perbaikan rumah sebesar Rp 25 juta. “Mereka berhak dimakamkan di taman makan pahlawan, baik di pusat maupun daerah, tapi bagi ahli waris yang tetap menginginkan makamnya di tempat semula akan dilakukan perawatan,” tambah Hartono dikutip antara.com.
Selasa, 08 November 2016
Selasa, 11 Oktober 2016
Sejarah dan Asal Usul Bahasa Indonesia
Sebagai negara kepulauan dengan banyak suku dan adat di dalamnya, Indonesia juga memiliki beragam bahasa yang unik kepada setiap suku. Dari bahasa-bahasa yang banyak tadi juga masih terbagi-bagi lagi menjadi dialek-dialek yang berbeda. Perbedaan ini, jika tidak ditanggapi secara serius akan menimbulkan ketidakharmonisan komunikasi antara satu daerah dengan daerah lainnya, karena itulah muncul bahasa nasional yang bersamanya juga membawa sejarah bahasa Indonesia yang diperjuangkan mati-matian pada era kebangkitan bangsa beberapa puluh tahun yang lalu.
Rabu, 05 Oktober 2016
Mengapa Umat Katolik Berdoa kepada Bunda Maria?
Kenapa umat Katolik tidak berdoa langsung kepada Tuhan Yesus tetapi kepada Bunda Maria? Mungkin perlu di terangkan bahwa umat Katholik tetap berdoa kepada Tuhan Yesus, buktinya ? Kita masih berdoa Bapa Kami dan juga pada setiap Misa harian atau Mingguan kita masih tetap berdoa kepada Tuhan Yesus langsung.
Tetapi kenapa masih tetap berdoa kepada Bunda Maria kalau ada Yesus ? Jawabannya hanya ada di iman umat Katolik yang dimana keyakinan itu tidak ada di umat selain Katolik, yaitu karena umat katholik sangat percaya kepada orang-orang kudus seperti Bunda Maria. Dan terbukti selama berabad-abad sejarah umat Katolik meyakini Bunda Maria selalu datang ke dunia ini, dari sekedar menjumpai umat Tuhan Yesus, kemudian mewartakan kabar tentang dunia, sampai mengajarkan doa-doanya. Dan berkaitan dengan keyakinan tersebut tentunya kembali lagi kepada anda (umat selain Katolik), kalau anda percaya lakukanlah dan kalau tidak percaya dengan orang-orang kudus jangan lakukan.
Tetapi kenapa masih tetap berdoa kepada Bunda Maria kalau ada Yesus ? Jawabannya hanya ada di iman umat Katolik yang dimana keyakinan itu tidak ada di umat selain Katolik, yaitu karena umat katholik sangat percaya kepada orang-orang kudus seperti Bunda Maria. Dan terbukti selama berabad-abad sejarah umat Katolik meyakini Bunda Maria selalu datang ke dunia ini, dari sekedar menjumpai umat Tuhan Yesus, kemudian mewartakan kabar tentang dunia, sampai mengajarkan doa-doanya. Dan berkaitan dengan keyakinan tersebut tentunya kembali lagi kepada anda (umat selain Katolik), kalau anda percaya lakukanlah dan kalau tidak percaya dengan orang-orang kudus jangan lakukan.
Selasa, 20 September 2016
Arti & Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan

Seperti yang kita ketahui, setiap suatu bangsa mempunyai sejarah perjuangan dari para orang-orang terdahulu yang dinama terdapat banyak nilai-nilai nasionalis, patriolis dan lain sebagainya yang pada saat itu menempel erat pada setiap jiwa warga negaranya. Seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang makin pesat, nilai-nilai tersebut makin lama makin hilang dari diri seseorang di dalam suatu bangsa, oleh karena itu perlu adanya pembelajaran untuk mempertahankan nilai-nilai tersebut agar terus menyatu dalam setiap warga negara agar setip warga negara tahu hak dan kewajiban dalam menjalankan kehidupan berbangasa dan bernegara.
Senin, 19 September 2016
Sejarah KItab Suci ( ALKITAB )

Terhadap pertanyaan pertama: "Siapakah yang menciptakan Kitab Suci?" memang rasanya sulit untuk dipahami. Karena itu, mungkin kita bisa merumuskan menjadi seperti ini: "Atas jasa siapakah tulisan-tulisan berserakan itu dikumpulkan menjadi Kitab Suci seperti yang kita miliki sekarang ini?"
Langganan:
Postingan (Atom)

